YEHAHOOOOOO....

........ AYO KONCO.TERUS MBANGUN DESO........

Rabu, 21 September 2011

Perpus Desa Sidobandung Menuju Tingkat Nasional

Dalam penilaian lomba perpustakaan tingkat nasional, perpustakaan Desa Sidobandung masuk dalam kriteria yang telah ditentukan.

Namun sejauh ini masih dalam pertimbangan, karena untuk masuk 10 besar harus ada penggabungan nilai dengan daerah lain.

baca selengkapnya di : http://blokbojonegoro.com/read/article/20110916/perpus-desa-sidobandung-menuju-tingkat-nasional.html

Perpustakaan Sidobandung, Dari Desa Untuk Indonesia

Jumat, 09 September 2011 06:00:00
Perpustakaan Sidobandung, Dari Desa Untuk Indonesia

  Saat blokBojonegoro.com mengunjungi perpustakaan Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro kesan pertama yang terlintas adalah suasana nyaman yang terasa di bangunan  sederhana berukuran 105 meter2 dengan dinding berwarna biru.

Saat memasuki ruangan, seorang laki-laki paruh baya menyambut dengan ramah.Laki-laki yang diketahui sebagai ketua perpustakaan bernama Jiran Subiantoro itu menyambut kami suka cita.

Kemudian ia mulai bercerita dari mulai awal berdirinya perpustakaan yang telah berhasil menjuarai lomba perpustakaan tingkat Provinsi itu. Dan saat ini akan segera mengikuti lomba tingkat Nasional.

baca selengkapnya di : http://blokbojonegoro.com/read/article/20110909/perpustakaan-sidobandung-dari-desa-untuk-indonesia.html

Sumber : blokBojonegoro.com

Senin, 22 Agustus 2011

AYO MENANAM SAYURAN DI PEKARANGAN RUMAH

Penganekaragaman konsumsi pangan adalah sebuah upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beranekaragam dan seimbang serta aman. Keseimbangan dalam artian jumlah dan komposisi yang memenuhi kebutuhan gizi manusia atau masyarakat Sidobandung. Hal ini sejalan dengan peraturan Presiden No.22 tahun 2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Salah satu program tersebut dimplementasikan dalam pemberdayaan kelompok wanita melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Pekarangan adalah Sebidang tanah yang mempunyai batas (Jelas atau tidak jelas) yang terdapat disekitar rumah dan pada umumnya di kerjakan sebagai usaha sambilan. Kegiatan penanaman di pekarangan ini biasanya dilakukan dalam jumlah yang sedikit dengan berbagai jenis tanaman, sehingga sangat potensial untuk penganekaragaman pangan. Pekarangan yang ditata dengan aneka tanaman sayuran memiliki multi efek yaitu selain efek ekonomi juga estetika.

Adapun fungsi pekarangan adalah sebagai penghasil : (1) tambahan bahan makanan, (2) kebutuhan sehari-hari, (3) bumbu-bumbuan, (4) bahan bangunan, (5) kayu bakar, (6) bahan kerajinan dan (7) keperluan penghuni rumah, seperti refreshing dan lain-lain.

Oleh karena fungsinya yang sangat luas tersebut, maka pekarangan sering di beri julukan, seperti lumbung hidup, warung hidup, apotik hidup, taman sari, ataupun wisma sari. Ahli hidrologi memberinya nama watershed, ahli geografi menamakanya biospher dan ahli sosiologi menganggapnya sebagai usaha keluarga. Kedepanya pekarangan dapat berfungsi lebih yaitu dilakukan penanaman yang monokultur yang pada akhirnya menjadi kebun buah-buahan, sayur-sayuran dan tanaman hias.

Sayur-sayuran memiliki banyak kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama sayuran-sayuran hijau karena mengandung protein nabati, zat besi, vitamin A,B,C,dan serat. Pekarangan dapat ditanami berbagai macam sayuran yang apabila dapat dikelola dengan baik merupakan sumber pendapatan bagi keluarga. Sayuran yang dapat ditanam dipekarangan adalah : bayam, kacang panjang, kangkung, mentimun, tomat, sawi, pare, labu siam, cabe,dan lain sebagainya.

Adapun kriteria tanaman sayuran yang di tanam di pekarangan adalah tanaman yang disesuaikan dengan kondisi daerah , mengetahui cara menanamnya, serta mengetahui cara pemeliharaanya sehingga setiap wilayah memiliki variasi dalam penanamanya.

Cara membuat persemaian tanaman sayuran di pekarangan :

Membuat tempat persemaian sesuai dengan kebutuhan.
Menyediakkan pupuk kandang lebih kurang 1 kg/m2
Mencampur pupuk kandang dan menambah tanah
Menebar benih diatas bedengan
Menutup dengan karung plastik
Membuka tutupan dengan karung plastik setelah berusia 4-5 hari steleh penaburan benih.

Untuk membuat bibit di polybag bahannya adalah sebagai berikut :

Tanah 1 bagian
Pupuk Kandang ½ bagian
Polybag

Cara Penanaman sayur di pekarangan

Membuat tempat penanaman (bedengan) sesuai dengan kebutuhan.
Mencangkul tanah sedalam 20-30 cm dan diratakan.
Menaburkan pupuk kandang /kompos diatas bedengan sebanyak lebih kurang 1 kg /m2
Menyiram dengan air sesuai dengan kebutuhan
Menanam di bedengan
Menanam pada pagi hari atau sore hari.

Dengan adanya gerakkan menanam sayur di pekarangan masyarakat dapat mendapatkan sayuran yang bernilai tinggi untuk konsumsi keluarga juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk ditabung sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Sabtu, 16 Juli 2011

SIDOBANDUNG MASUK 10 BESAR LOMBA PERPUSDES TINGKAT NASIONAL

Perpusdes Sidobandung Masuk 10 Besar Nasional
Tuesday, 12 July 2011 07:42

Setelah berhasil menjadi Juara I tingkat jatim dan mewakili Propinsi Jatim ke tingkat Nasional, Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sidobandung, Kecamatan Balen, dikabarkan masuk sepuluh besar nasional.

“Informasi yang saya terima memang begitu. Tapi surat resminya belum saya terima,” kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Umum Daerah Bojonegoro, Slamet Taufik, ketika bertandang ke Bagian Humas dan Protokoler Pemkab, Senin (12/7).

Ditingkat nasional ini Perpusdes Sidobandung harus bersaing dengan Perpusdes dari beberapa propinsi di Indonesia. Penilaian yang dilakukan meliputi beberapa aspek diantaranya sarana prasarana, struktur organisasi, administrasi, program jangka menengah dan panjang, dan koleksi buku.

“Juga manfaat perpusdes bagi masyarakat dalam mengemplementasikan hasil bacaannya dengan kegiatan sehari-hari,” papar Taufik.

Perlu diketahui, perpusdes Sidobandung ini memiliki lokasi strtegis. Yakni berada satu komplek dengan kantor pemerintah desa, puskesmas dan taman pendidikan anak usia dini (PAUD). Sehingga keberadaan Perpusdes saling bersinergi dengan kegiatan dan lembaga yang ada di desa.

Tak hanya itu, Perpusdes Sidobandung, sekarang ini juga telah memiliki koleksi buku sekitar 7.200 buah yang diantaranya merupakan bantuan dari pihak ke tiga. Banyak masyarakat setempat yang memanfaatkan perpusdes ini untuk mencari refrensi tentang bidang pertanian maupun peternakan kemudian mengemplementasikannya. (dwi/kominfo)

SIDOBANDUNG JUARA 1 LOMBA PERPUSTAKAAN DESA TINGKAT JATIM

Desa Sidobandung Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Juara Lomba Perpustakaan Desa Se-Jatim


BOJONEGORO-Perpustakaan Desa Sidobandung kecamatan Balen,yang Mewakili kabupaten Bojonegoro meraih peringkat terbaik pertama dalam ajang lomba perpustakaan desa/kelurahan se-Jawa Timur. Perwakilan Bojonegoro ini menyisihkan calon terkuat dari perwakilan Kota Surabaya. Dengan kemenangan ini maka Bojonegoro berhak mewakili Jawa Timur dalam lomba yang sama di tingkat Nasional.

Sukses Bojonegoro ini menggagalkan ambisi wakil Kota Surabaya yakni perpustakaan kelurahan Ngagelrejo yang
Menempati peringkat ke 2. Sedangkan peringkat terbaik ke 3,4 dan 5
masing-masing diraih oleh Perpustkaan Purworejo kabupaten Blitar,
Perpustakaan desa Tambakrejo kabupaten Probolinggo dan perpustakaan desa Mandangan kabupaten Sampang.

Terkait dengan prestasi ini, Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro,M Slamet Taufik mengatakan, sejak berdiri tahun 1991 perpustakaan desa Sidobandung sudah menerapkan sistem pengelolaan dan admisnistrasi dengan baik. “Masyarakat sudah bisa mengambil manfaatnya. Di samping minat baca meningkat, masyarakat juga bisa mempraktikkan tentang ilmu
pengetahuan yang didapat melalui buku-buku koleksi perpustakaan. Seperti bidang pertanian, peternakan dan perikanan.,” kata Taufik.

Dia menambahkan, sukses peran perpustakaan bukan ditentukan oleh
bangunan dan sarana fisiknya. Melainkan oleh jumlah pengunjung dan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (ba)

Selasa, 29 Maret 2011

KIM "BAHANA WARTA"

KIM “Bahana Warta” Desa Sidobandung Juara I
Saturday, 26 March 2011 08:13

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bahana Warta dari desa Sidobandung, Kecamatan Balen, maju ke babak final setelah menjadi jawara pada lomba lomba cerdik komunikatif antar KIM di halaman kantor KPH Parengan – Bojonegoro, Sabtu (26/03. Dengan kemenangan itu KIM Bahana Warta, berhak maju ke babak final lomba cerdik komunikatif dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bojonegoro, yang rencananya bakal dihelat April mendatang.

Sementara juara II diraih KIM Flamboyan dari Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kota, juara III KIM Margo Agung dari desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, juara IV KIM dari desa Tulung Kecamatan Trucuk dan juara V diraih KIM dari desa Bendo, Kecamatan Kapas.

Dari pantauan, para peserta lomba Cerdik Kominikatif KIM ini memperoleh enam tahap pertanyaan dari dewan juri yang terdiri dari beberapa satuan kerja perangat daerah (SKPD). Yakni pertanyaan wajib, fragmen, lemparan, praktek, rebutan, yel-yel dan kostum.

Juga beberapa pertanyaan kehormatan yang diberikan Bupati Bojonegoro Suyoto, Ketua penggerak PKK Kabupaten Ny. Mahfudhoh Suyoto, Kepala Dinas Pendidikan, Zainudin, Kepala Satpol PP Kamidin, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jupari, Kepala Bank Jatim Cabang Bojonegoro, Basuki dan Ajun Perhutani KPH Parengan.


Para peserta pun beradu kamampauan untuk menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Namun dari sejumlah petanyaan yang diberikan itu, KIM Bahana Warta, sepertinya lebih agresif sehingga mampu menjadi jawara.

Dalam lomba tersebut, masing-masing peserta memperoleh hadiah berupa tabungan, piagam, dan piala. Besaran hadiah tabungan yang diberikan untuk juara I sebesar Rp. 1 juta, juara II Rp. 800 ribu, Juara III Rp. 600 ribu, dan juara harapan I, II dan III masing-masing sebesar Rp. 400 ribu.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bojonegoro, Eduar Gumansalangi menjelaskan, bahwa Lomba Cerdik Komunikatif KIM ini merupakan agenda tahunan Diskominfo. Tujuannnya adalah untuk meningkatkan SDM KIM dalam mendukung dan membantu mensosialisasikan program-program pembangunan Pemerintah Kabuaten pada masyarakat ditingkat bawah, yakni desa.

“Karena KIM ini merupakan juru penerang (informasi) bagi masyarakat. Karena itu mereka harus mengetahui program-program yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan pemerintah,” kata Eduard disela-sela lomba.

Bupati Bojonegoro Suyoto, dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa lomba cerdik komunikatif ini bukan sekadar untuk mencari kemenangan. Namun lebih dari itu kegiatan ini merupakan sarana untuk saling belajar.

“Yang lebih penting adalah semangat dan kebersamaan dalam membangun Bojonegoro lebih baik. Karena dengan semangat dan kebersamaan itulah semua keterbatasan yang ada bisa diatasi,” tegas Kang Yoto.(gito/mbang/kominfo)
Sumber : www.bojonegorokab.go.id

Selasa, 22 Maret 2011

Desa Sidobandung Masuk Penilaian 8 Besar Lomba P2WKSS
Friday, 04 December 2009 01:39

Desa Sidobandung Kecamatan Balen dipastikan masuk dalam delapan besar lomba Program Pembinaan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Propinsi Jawa Timur. Hal ini terungkap pada Rapat persiapan menjelang penilaian delapan besar yang digelar di Ruang Batik Madrim Kantor Pemkab Bojonegoro.

Rapat dipimpin oleh Asisten III Administrasi dan Umum Pemkab Bojonegoro Suharto dengan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro Ibu. Hj. Mahfudhoh Suyoto Msi. Rapat ini diikuti dari beberapa dinas terkait antara lain Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Pertanian, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan beberapa dinas terkait lainnya. Serta Plt Camat Balen, Sekretaris Desa Sidobandung dan Tim Penggerak PKK Desa.
Saat memimpin rapat ini, Asisten III menyampaikan bahwa rapat ini adalah untuk kegiatan evaluasi dari penilaian tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Dengan harapkan akan memperbaiki dan meningkatkan prasarana yang kurang. Sehingga kita bias masuk di empat besar penilaian tingkat propinsi terlebih lagi menjadi juara.
Kepala Badan pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, dr. Anik Yuliarsih menyampaikan bahwa beberapa item yang harus mendapatkan perhatian antara lain jalan poros desa, jalan desa, jembatan desa dan gapura batas desa yang termasuk dalam kelompok fisik. Disampaikan bidang fisik lainnya yang perlu mendapatkan perhatian yakni pagar rumah penduduk, balai desa dan jamban keluarga serta gedung BKB, Paud dan Posyandu serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Bidang non fisik, meliputi Bidang pendidikan dan keterampilan yang terbagi dalam BKB, Paud, Posyandu dan TBM. Simulasi, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan keterampilan wanita. Bidang kesehatan dan KB meliput Posyandu lansia, senam hamil dan senam lansia, Desa Siaga serta Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Repruduksi remaja ). Ditambahkan, bidang pertanian, kehutanan dan perkebunan meliputi Tanaman Obat Keluarga dan program Intap. Bidang lainnya yakni bidang peningkatan perempuan dalam ekonomi dan bidang peningkatan peran perempuan dalam keluarga sehat sejahtera.
Masih dalam paparannya, bidang terakhir adalah PKK yang terbagi dalam Buku administrasi dan papan data serta bidang umum yakni mulai dari Kelompok Kerja (Pokja) satu sampai dengan empat..
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ibu Hj. Mahfudhoh Suyoto menyampaikan adalah bagaimana kita tahu dan mengerti diadakannya lomba P2WKSS. Dimana esensinya adalah meningkatkan pemberdayaan peranan perempuan dan infrastruktur . Menurut Ibu Mahfudhoh, bidang non fisik yakni bertujuan pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni pada keterampilan peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus peningkatan SDM dibidang agama serta pendidikan. (Humas/PTI).